Book Editor:
Wening Udasmoro
Arifah Rahmawati
Kajian mengenai gender, konflik, dan perdamaian telah banyak dikembangkan dalam berbagai publikasi ilmiah nasional maupun internasional, baik secara teoretis maupun empiris. Sejumlah penulis menawarkan kerangka konseptual untuk memahami bagaimana mekanisme dan relasi gender beroperasi dalam konteks konflik dan proses peacebuilding, termasuk relasi antara perempuan dan laki-laki serta orientasi gender yang berbeda dalam situasi konflik tertentu. Tulisan-tulisan seperti yang membahas gender-based violence, interseksi gender dan konflik, serta keterkaitan feminisme dengan peacebuilding, maupun kajian tentang gender dan militerisme serta isu gender dalam politik global dan keamanan, telah menjadi rujukan penting dalam pengembangan studi gender, konflik, dan perdamaian. Di sisi lain, sejumlah karya juga menyoroti dimensi empiris dengan membahas dampak sosiologis, politis, dan kultural dari konflik, termasuk peran maskulinitas dan kontestasi aktor dalam berbagai kasus. Umumnya, karya-karya tersebut ditulis oleh akademisi dengan landasan teoritis dan metodologis yang kuat, serta ditujukan bagi kalangan akademik.
Buku ini menawarkan pendekatan yang berbeda karena sebagian besar penulisnya adalah individu yang tinggal dan mengalami langsung konflik serta proses bina damai di Aceh, Ambon, dan Jawa Timur. Mereka terlibat sebagai peneliti lokal dan asisten peneliti dalam riset internasional berjudul The Gender Dimension of Social Conflict, Armed Violence and Peacebuilding yang didanai oleh Swiss National Science Foundation dan dilaksanakan di Indonesia dan Nigeria pada periode 2013–2019, dengan fokus pada aspek mikro konflik dan peacebuilding dalam kaitannya dengan dimensi gender. Tulisan-tulisan dalam buku ini merefleksikan pengalaman ganda para penulis sebagai penyintas atau saksi konflik sekaligus sebagai peneliti lokal yang mengadopsi perspektif gender, yang bagi sebagian besar merupakan pengalaman intelektual baru. Dengan menggunakan data penelitian tersebut yang dipadukan dengan observasi dan pengalaman pribadi, buku ini disajikan dalam gaya semi-populer: tetap memuat unsur dan pola penulisan ilmiah, namun juga menghadirkan narasi personal dan rujukan yang minimal sebagai konsekuensi dari kedekatan langsung penulis dengan peristiwa yang dikisahkan.
Red: Rofiatul Azizah