Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian
  • Home
  • Tentang Kami
    • sejarah
    • Visi dan Misi
    • Profil Pengurus
      • Kepala PSKP: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
    • Profil Tim Ahli
    • Profil Peneliti
    • KEPENGURUSAN PSKP
    • Patner
  • Penelitian
  • Kegiatan
    • Workshop
    • Konferensi
    • Pelatihan
    • Diskusi
    • Advokasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Monograf
    • Buletin
    • Buku Saku
    • Newslatter
    • Artikel
  • Ruang Pustaka
  • Home
  • Diskusi

PSKP UGM Ingatkan Kesiapan Mental Anak Menghadapi Perubahan Zaman yang Serba Cepat dan Tak Menentu

  • Diskusi, Seminar
  • 4 March 2026, 07.03
  • By : ps.kp

JOGJA – Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Dody Wibowo mengingatkan tentang dampak perubahan zaman yang begitu cepat dan tak menentu. Agar mudah beradaptasi, generasi sekarang perlu mempersiapkan diri dengan baik.

“Pendidikan akademik adalah satu hal, namun  tidak kalah penting tentang pendidikan karakter dan mental,” kata Dr. Dody Wibowo Rabu (22/2/2024).

Jika berbicara mengenai pendidikan dasar, pihaknya berkaca dengan fenomena dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Dimana tingkat kekerasan yang dilakukan oleh anak, mengacu data KPAI, pada tahun lalu dominasi kasusnya ada di tingkat sekolah dasar dan SMP.

“Kita khan, sebenarnya tidak benar-benar tau tentang masalah maupun kasus-kasus apa yang terjadi pada masa depan, sehingga persiapan itu wajib,” ujarnya.

Seperti halnya di 2019, tidak pernah membayangkan munculnya kasus Covid-19.  Tidak dipersiapkan untuk menghadapi pandemi, dan begitu pandemi datang kocar kacir kebingungan.

“Kita harus ingat perubahan itu pasti, cepat atau lambat akan selalu ada perubahan. Teknologi pun selalu berubah,” ujarnya.

Lalu bagaimana mempersiapkan diri dan beradaptasi dengan perubahan itu? jika hanya bergantung pada keterampilan akademik dan teknologi saja tidak cukup.

“Paling utama yang perlu disiapkan paling mendasar adalah penyiapan diri anak,” tegasnya.

Termasuk penyiapan diri tentang bagaimana menghadapi secara orang individu atau seorang anak menghadapi perubahan itu harus seperti apa.

“Jadi ini dua, berkaitan dengan kesehatan mental, terkait dengan wellbeing. Kalau ada masalah bagaimana cara menghadapi, kalau ada perubahan bagaimana cara menghadapi,” ucapnya.

Karena menurutnya, karakter, mental, wellbeing (keadaan individu) tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Kebutuhan untuk memiliki hal positif tersebut masih selalu akan diperlukan pada generasi apapun.

Pertanyaannya, apakah sekolah kita menyediakan itu, apakah sekolah kita memberikan pendidikan life skill kepada siswa-siswanya untuk menghadapi perubahan.

“Sekolah-sekolah kita sekarang masih sibuk dengan akademik, sehingga siswa tidak mendapat bekal yang cukup,” ungkapnya. (gun)

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Related Posts

Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)

ArtikelDiskusiSeminar Wednesday, 4 March 2026

Program International Immersion Visit bagi mahasiswa Diploma in Women, Peace and Security (WPS) dilaksanakan pada 16–22 Juni 2025 di Yogyakarta, Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semester akhir mahasiswa, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi prinsip Women, Peace and Security (WPS) melalui pembelajaran langsung di institusi akademik, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lintas iman.

Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS

Artikel Wednesday, 4 March 2026

Selama dua dekade pasca reformasi, sudah dijalankan pemisahan militer dari urusan sipil. Akan tetapi, akhir-akhir ini mencuat rencana pelibatan TNI dalam penegakan keamanan dan ketahanan siber yang terkandung dalam Rancangan Undang-Undang Ketahanan dan Keamanan Siber (RUU KKS).

PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi

Artikel Wednesday, 4 March 2026

Aksi demonstrasi yang menjurus pada tindak kekerasan, penjarahan, pembakaran gedung dan fasilitas publik terjadi di berbagai daerah. Bermula dari dari aksi protes dan penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat terkait berbagai kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi

Artikel Wednesday, 4 March 2026

Presiden Prabowo Subianto membentuk Komite Reformasi Polri dalam rangka melakukan perbaikan dan reformasi di tubuh Polri. Perbaikan institusi Polri ini berangkat dari kenyataan masih adanya praktek kekerasan dan pelanggaran HAM di tubuh Polri.

Recent Posts

  • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)
  • Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS
  • PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi
  • Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi
  • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEAMANAN DAN PERDAMAIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sekip K-9 Yogyakarta 55281
email: ps.kp@ugm.ac.id
Telp./Fax : (0274) 520733

© 2017 CSPS Universitas Gadjah Mada