Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian
  • Home
  • Tentang Kami
    • sejarah
    • Visi dan Misi
    • Profil Pengurus
      • Kepala PSKP: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
    • Profil Tim Ahli
    • Profil Peneliti
    • KEPENGURUSAN PSKP
    • Patner
  • Penelitian
  • Kegiatan
    • Workshop
    • Konferensi
    • Pelatihan
    • Diskusi
    • Advokasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Monograf
    • Buletin
    • Buku Saku
    • Newslatter
    • Artikel
  • Ruang Pustaka
  • Home
  • Opini

Manajemen Konflik Berbasis Sekolah

  • Opini
  • 17 March 2017, 08.52
  • By : Admin Jr
Senin, 02 Juni 2008

“Bisakah sekolah menjadi tempat siswa mempelajari bagaimana menyelesaikan masalah dengan cara damai? Apakah praktik dan tradisi bertengkar, tawuran, penerapan aturan disiplin yang ketat, serta bullying dapat dihilangkan dari lingkungan pendidikan anak-anak Indonesia?” Adalah pertanyaan yang mengawali dan akan dijawab Rizal Panggabeandalam tulisannya yang dipublikasikan Media Indonesia tanggal 2 Juni 2008.

Penulis menyatakan bahwa lingkungan ‘dalam’ dan ‘luar pagar’ sekolah mempengaruhi perilaku siswa. Dan sekolah tempat konflik dalam berbagai bentuk dan melibatkan berbagai pihak. Supaya konflik tidak mengganggu siswa secara fisik maupun psikologis, maka konflik tersebut harus dikelola dengan tepat dan baik. Manajemen konflik berbasis sekolah (MKBS) adalah satu pendekatan yang perlu dilakukan di sekolah.

MKBS digunakan banyak negara, ada beberapa sekolah di Indonesia yang menerapkannya. MKBS berhubungan langsung dengan unsur pendidikan anak, yaitu keterampilan sosial (social skill) dan keterampilan hidup (life skill). MKBS mengajarkan penghargaan kemajemukan dan perbedaaan di sekolah.

Agar sekolah bisa menerapkan MKBS, beberapa hal perlu dipertimbangkan siswa, guru, dan kepala sekolah. Salah satu di antaranya adalah bagaimana merancang proses belajar dan mengajar yang tidak terpaku pada keterampilan akademik saja, dalam rangka mengejar target materi ajar. Komponen penting kurikulum pendidikan anak yaitu keterampilan sosial dan keterampilan hidup, perlu menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah. Karena hal ini memberikan siswa kemampuan menghadapi masalah dan mengelola konflik. Selanjutnya Panggabean mengulas cara-cara untuk memberikannya.[sy]

Baca/Download Artikel Selengkapnya
Baca (halaman html): Media Indonesia Online
Download (pdf): SRP_Manajemen Konflik Berbasis Sekolah SRP_Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (182.65 Kb)

 

Related Posts

Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)

ArtikelDiskusiSeminar Wednesday, 4 March 2026

Program International Immersion Visit bagi mahasiswa Diploma in Women, Peace and Security (WPS) dilaksanakan pada 16–22 Juni 2025 di Yogyakarta, Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semester akhir mahasiswa, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi prinsip Women, Peace and Security (WPS) melalui pembelajaran langsung di institusi akademik, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lintas iman.

Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS

Artikel Wednesday, 4 March 2026

Selama dua dekade pasca reformasi, sudah dijalankan pemisahan militer dari urusan sipil. Akan tetapi, akhir-akhir ini mencuat rencana pelibatan TNI dalam penegakan keamanan dan ketahanan siber yang terkandung dalam Rancangan Undang-Undang Ketahanan dan Keamanan Siber (RUU KKS).

PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi

Artikel Wednesday, 4 March 2026

Aksi demonstrasi yang menjurus pada tindak kekerasan, penjarahan, pembakaran gedung dan fasilitas publik terjadi di berbagai daerah. Bermula dari dari aksi protes dan penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat terkait berbagai kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi

Artikel Wednesday, 4 March 2026

Presiden Prabowo Subianto membentuk Komite Reformasi Polri dalam rangka melakukan perbaikan dan reformasi di tubuh Polri. Perbaikan institusi Polri ini berangkat dari kenyataan masih adanya praktek kekerasan dan pelanggaran HAM di tubuh Polri.

Recent Posts

  • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)
  • Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS
  • PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi
  • Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi
  • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEAMANAN DAN PERDAMAIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sekip K-9 Yogyakarta 55281
email: ps.kp@ugm.ac.id
Telp./Fax : (0274) 520733

© 2017 CSPS Universitas Gadjah Mada