• UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan Pusat
  • Research
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian
  • Home
  • Tentang Kami
    • sejarah
    • Visi dan Misi
    • Profil Pengurus
      • Kepala PSKP: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
    • Profil Tim Ahli
    • Profil Peneliti
    • KEPENGURUSAN PSKP
    • Patner
  • Penelitian
  • Kegiatan
    • Workshop
    • Konferensi
    • Pelatihan
    • Diskusi
    • Advokasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Monograf
    • Buletin
    • Buku Saku
    • Newslatter
    • Artikel
  • Ruang Pustaka
  • Beranda
  • Diskusi
Arsip:

Diskusi

Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)

ArtikelDiskusiSeminar Wednesday, 4 March 2026

Program International Immersion Visit bagi mahasiswa Diploma in Women, Peace and Security (WPS) dilaksanakan pada 16–22 Juni 2025 di Yogyakarta, Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semester akhir mahasiswa, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi prinsip Women, Peace and Security (WPS) melalui pembelajaran langsung di institusi akademik, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lintas iman. Kunjungan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama institusional antara Mindanao State University–Maguindanao (MSU-Maguindanao) dengan sejumlah universitas di Yogyakarta. read more

PSKP UGM Ingatkan Kesiapan Mental Anak Menghadapi Perubahan Zaman yang Serba Cepat dan Tak Menentu

DiskusiSeminar Wednesday, 4 March 2026

JOGJA – Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Dody Wibowo mengingatkan tentang dampak perubahan zaman yang begitu cepat dan tak menentu. Agar mudah beradaptasi, generasi sekarang perlu mempersiapkan diri dengan baik.

“Pendidikan akademik adalah satu hal, namun  tidak kalah penting tentang pendidikan karakter dan mental,” kata Dr. Dody Wibowo Rabu (22/2/2024).

Jika berbicara mengenai pendidikan dasar, pihaknya berkaca dengan fenomena dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Dimana tingkat kekerasan yang dilakukan oleh anak, mengacu data KPAI, pada tahun lalu dominasi kasusnya ada di tingkat sekolah dasar dan SMP. read more

STKIP Tamsis Bima dan PSKP UGM Gelar Desiminasi Hasil Riset, ini Rekomendasinya

ArtikelDiskusiSeminar Wednesday, 4 March 2026

Bima, Suaraberadab.com— Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gajah Mada (PSKP UGM) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa (STKIP Tamsis) Bima menggelar desiminasi hasil riset, Memperkuat Agensi Perempuan dalam Pencegahan Ekstremisme Kekerasan di Auditorium Sudirman STKIP Tamsis Bima, Sabtu (6/8/2022).

Dalam sambutannya, Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si menyampaikan apresiasi atas kehadiran sejumlah tokoh seperti Ketua MUI Kabupaten Bima, TGH Abdur Rahim Haris MA, perwakilan pemerintah daerah, sejumlah doktor muda, perwakilan sekolah, pimpinan perguruan tinggi serta dosen, mahasiswa dan pemangku kepentingan (stake holder) berkaitan. read more

Dampak Pandemi bagi Kombatan Perempuan

Diskusi Wednesday, 4 March 2026

Peneliti PSKP UGM,Dr Arifah Rahmawati secara khusus memotret pandemi di mata para perempuan yang dikenal sebagai Inong Balee. Mereka adalah perempuan kombatan konflik bersenjata Aceh yang berlangsung sebelum MOU Helsinki ditandatangani. Namun, Inong Balee memiliki sejarah panjang, sebagai tentara perang yang dibentuk Laksamana Malahayati untuk melawan Portugis pada tahun 1600-an.

“Setelah perjanjian damai, pasukan Inong Balee berinisiatif membentuk institusi atau organisasi untuk memberdayakan diri mereka sendiri. Ada dua yang saya ketahui yang pertama yang disebut sebagai Pasukan Inong Balee, saat ini dia ada di 12 kabupaten di provinsi Aceh dan fokus anggotanya hanya bekas kombatan perempuan,” papar Arifah. read more

[DISKUSI BUKU] “Why Terrorist Quit? The Disengagement of Indonesian Jihadist”

AgendaaktivitasDiskusi Tuesday, 31 July 2018

Bagaimana jihadis di Indonesia melepaskan diri dari nilai-nilai kekerasan dan berintegrasi kembali dengan masyarakat?

Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) bekerjasama dengan Institute of International Studies (IIS) UGM mengundang Anda untuk mendiskusikannya bersama Dr. Julie Chernov Hwang (Goucher College, AS) yang mewawancarai 55 orang yang pernah maupun sedang memiliki afiliasi dengan kelompok ekstremis Islam di Indonesia dan menuangkannya dalam buku “Why Terrorist Quit? The Disengagement of Indonesian Jihadist” (Cornell University Press, 2018) pada: read more

DISKUSI “REFLEKSI PILKADA SERENTAK 2017: dari Isu SARA hingga ancaman kekerasan poltik”

Diskusi Thursday, 15 March 2018

      

Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP UGM)  mengadakan Diskusi dengan tema “Refleksi Pilkada Serentak 2017: dari Isu SARA hingga ancaman kekerasan poltik”, yang akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal    : Selasa, 21 Februari 2017

Tempat            : Ruang Rapat PSKP UGM, Sekip K-9, Yogyakarta

Waktu             : 12.00 – 14. 00 WIB (di awali dengan makan siang)

Pembicara       :

  • Priyambudi Sulistyanto (Dosen Senior Flinders University, Australia)
  • Zuly Qodir (Peneliti Senior PSKP UGM)
  • read more

    Diskusi dan Pemutaran Film

    Diskusi Tuesday, 23 August 2016

    Diskusi dan Pemutaran Film

    FIVE BROKEN CAMERAS

    Kehidupan dan Perjuangan Sehari-hari Rakyat Palestina

    Selasa, 30 Agustus 2016

    18:30-selesai

    PSKP UGM

    Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian

    Universitas Gadjah Mada

    Jl. Asam Kranji K-9, Sekip, Jogjakarta

    Pendaftaran

    082210358999

    Film 5 Broken Cameras merupakan gambaran nyata mengenai ketidakadilan dan penindasan yang dialami oleh rakyat Palestina. Akan tetapi, di sisi lain, film ini juga menggambarkan perlawanan sehari-hari rakyat Palestina di sebuah desa di Bil’in, wilayah Tepi Barat. Mereka terancam pendudukan Israel yang semakin mendekat dari waktu ke waktu. Film ini merupakan sebuah film dokumenter yang menceritakan pengalaman hidup Emad Burnat selama bertahun-tahun hidup dalam tekanan Israel. Film ini seutuhnya dibuat oleh tangan pertama, seorang petani dan kameramen freelance Palestina, Emad Burnat. Lima kamera milik Emad merekam setiap kejadian yang dialami para penduduk di desanya tersebut melawan pendudukan Israel. Menariknya, film ini diedit oleh film maker dan dosen film asal Israel, Guy David, yang memutuskan untuk terlibat dalam produksi film ini setelah dia mengunjungi Bil’in dengan suporter lain yang mendukung kemerdekaan Rakyat Palestina. Melalui kameranya, Emad merekam beberapa cuplikan sengit dari serangan dan kekejaman tentara Israel di Tepi Barat, serta pembakaran pada perkebunan zaitun milik rakyat Palestina demi membangun pemukiman ilegal Israel di tanah rakyat Palestina. Dia terus-menerus diancam dengan kekerasan fisik maupun perusakan kamera ketika berusaha merekam kekejaman tentara Israel. Dengan dalih bahwa desanya berada di “zona militer tertutup,” pihak militer Israel melarang Emad untuk merekam secara paksa, bahkan ketika Emad berada di rumahnya sendiri. Bagian mengharukan adalah ketika Gibreel, anak Emad, mencoba untuk memahami apa saja kejadian yang dia lihat. Sebagai seorang anak yang tumbuh menyaksikan penindasan yang sedemikian rupa, kata-kata pertama yang ia pelajari adalah “wall” (dinding yang memisahkan desanya dengan perkebunan Zaitun dan pemukiman ilegal Israel), “war” (perang yang berlangsung bahkan sejak dia belum lahir) dan “cartridge”. Film ini juga menggambarkan adanya saat-saat indah, di mana desa merayakan kemenangan implementasi gencatan senjata; ada pula adegan yang indah di mana penduduk setempat menonton versi mentah dari film dokumenter yang dibuat oleh Emad ini untuk meningkatkan semangat mereka; dan juga momen ketika Gibreel menyerahkan setangkai dahan buah zaitun kepada tentara Isralel yang telah meratakan perkebunan zaitun milik keluarganya dengan buldozer. 5 Broken Cameras adalah sebuah karya yang memberi kita pengalaman langsung bagaimana rasanya berada di dalam situasi penindasan dan perampasan, namun tetap memiliki jiwa yang pantang menyerah dan berjuang untuk kebenaran dan kemerdekaan. Film ini adalah wajah ketangguhan dan penggerak semangat dari sebuah desa bernama Bil’in di Palestina. Masih banyak hal mengerikan yang mungkin masih tersembunyi dan belum terungkap. Al Nakba atau Malapetaka tahun 1948 menjadi pertanda diusirnya sekitar 1 juta rakyat Palestina dari tanah dan tempat tinggalnya. Yang kemudian dirampas dan diduduki oleh Zionis Israel. Hingga sekarang banyak diantara rakyat Palestina tidak dapat kembali ke rumahnya. Memegang harapan untuk kembali dengan simbol kunci rumah yang terus diturun temurunkan ke anak cucu mereka. Dari tempat pengungsian tersebut berkembang semangat perlawanan dan nasionalisme. Bahkan bukan saja diantara para pengungsi Palestina namun juga kelas buruh dan rakyat di Timur Tengah. Kelompok-kelompok reaksioner mengharapkan koalisi antara negara Muslim untuk mengusir Yahudi Israel. Tapi kita mengetahui dengan baik bagaimana rejim-rejim Timur Tengah juga merupakan boneka dari Imperialis Amerika Serikat. Dan mereka ikut serta menghancurkan gerakan rakyat Palestina. Hanya solidaritas antara kelas buruh dan rakyat Palestina bersama kelas buruh dan rakyat di Timur Tengah dan di seluruh dunia yang akan mampu membebaskan Palestina. Perjuangan kelas buruh dan rakyat tertindas tidak boleh dipecah belah berdasarkan agama, suku, bangsa, jenis kelamin, orientasi seksual, dsb. Perjuangan kelas buruh bersifat internasionalisme. Bertujuan tidak hanya untuk menghapuskan penindasan dari manusia ke manusia. Namun juga menghapuskan penindasan terhadap bangsa-bangsa.

    Diskusi dan Bedah Buku ”Gunung Versus Pantai Dalam Perspektif Nilai – Nilai Hidup Bersama”,

    Diskusi Monday, 9 May 2016

    Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Pemda Jayawijaya telah menyelenggarakan Diskusi dan Bedah Buku ”Gunung Versus Pantai Dalam Perspektif Nilai – Nilai Hidup Bersama”, yang ditulis oleh Wempi Wetipo, S.H., M.H dan Marthen Medlama, S.Pd yang akan diselenggarakan pada:

    Hari/tanggal     :  Kamis, 31 Maret 2016

    Waktu                :  08.30 – 13.00 WIB

    Tempat               :  Ruang Bulaksumur Hall, Hotel UC UGM, Jl. Pancasila No. 2, Bulaksumur, Yogyakarta read more

    Diskusi ”Kekerasan Pilkada di Papua”

    Diskusi Monday, 9 May 2016

    IMG_5027Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP UGM) bekerja sama dengan Institute of International Studies (IIS UGM) telah menyelenggarakan Diskusi dengan Tema ”Kekerasan Pilkada di Papua  pada:
    IMG_5046

    Hari, tanggal   : Senin, 18 April 2016

    Waktu              : 09.00-12.00 WIB

    Tempat            : Ruang Seminar Timur FISIPOL UGM

    Pembicara  :

  • Samsu Rizal Panggabean, M.Sc (Peneliti PSKP UGM)
  • Zulfan Tadjoeddin (Senior Lecturer in Development Studies School of Social Sciences and Psychology,Australia)
  • read more

    Diskusi “Two Civil Wars; Two Different Solution. Why War Ended So Differently in Papua and East Timor”

    aktivitasDiskusi Wednesday, 11 November 2015

    Sociology Research Center Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM bekerjasama dengan Pusat Studi Keamanan dan Perdamamaian (PSKP UGM), akan menyelenggarakan Diskusi dengan tema “Two Civil Wars; Two Different Solution. Why War Ended So Differently in Papua and East Timor”. Narasumber yang akan mengisi diskusi ini yaitu Dr. Claire Smith (University of York) dan Lambang Trijono, M.A (Sosiologi UGM). Diskusi ini akan diselenggarakan pada:

    Hari/Tanggal   : Kamis, 12 November 2015

    Diskusi Two Civil WarsWaktu             : Pukul 10.00 – 12.00 WIB read more

    12

    Recent Posts

    • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)
    • Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS
    • PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi
    • Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi
    • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
    Universitas Gadjah Mada

    PUSAT STUDI KEAMANAN DAN PERDAMAIAN
    UNIVERSITAS GADJAH MADA

    Sekip K-9 Yogyakarta 55281
    email: ps.kp@ugm.ac.id
    Telp./Fax : (0274) 520733

    © 2017 CSPS Universitas Gadjah Mada

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY