• UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan Pusat
  • Research
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian
  • Home
  • Tentang Kami
    • sejarah
    • Visi dan Misi
    • Profil Pengurus
      • Kepala PSKP: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
    • Profil Tim Ahli
    • Profil Peneliti
    • KEPENGURUSAN PSKP
    • Patner
  • Penelitian
  • Kegiatan
    • Workshop
    • Konferensi
    • Pelatihan
    • Diskusi
    • Advokasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Monograf
    • Buletin
    • Buku Saku
    • Newslatter
    • Artikel
  • Ruang Pustaka
  • Beranda
  • Buku
  • Buku : Seusai Perang Komunal: Memahami Kekerasan Pasca-Konflik di Indonesia Timur dan Upaya Penanganannya

Buku : Seusai Perang Komunal: Memahami Kekerasan Pasca-Konflik di Indonesia Timur dan Upaya Penanganannya

  • Buku, Publikasi
  • 17 March 2017, 06.38
  • Oleh: Admin Jr
  • 0
Penulis Patrick Barron, Muhammad Najib Azca, dan Tri Susdinarjanti
ISBN 978-602-7664-11-1
Bahasa Indonesia
Halaman xxvi + 148
Tahun 2012
Ukuran 155 x 230 mm
Harga —
Ebook free download (lihat di bawah)

 

Mengapa perdamaian menguat di beberapa tempat yang sebelumnya dicirikan oleh kekerasan berkepanjangan berskala panjang dan tidak di tempat-tempat lain? Seusai Perang Komunal berusaha memberi jawaban dengan membandingkan pengalaman-pengalaman pasca-konflik dua provinsi Indonesia timur: Maluku dan Maluku Utara. Di Maluku, episode kekerasan berskala besar sering pecah sejak berakhirnya pertikaian pada awal 2002. Sebaliknya, Maluku Utara relatif tidak mengalami kekerasan sejak perang komunal yang terjadi di wilayahnya berakhir. Tiga penulis monografi ini menjelaskan alur berbeda pasca-konflik dengan melihat tiga perangkat faktor: insentif elite untuk menggunakan kekerasan; dukungan masyarakat terhadap kekerasan; dan lingkungan yang mendukung terjadinya kekerasan. Mereka berpendapat bahwa perbedaan-perbedaan corak penyelesaian damai dan kebijakan pada awal periode pasca-konflik, dipadu dengan perbedaan-perbedaan dalam arena politik lokal, membentuk faktor-faktor ini dalam cara-cara berbeda di kedua provinsi tersebut. Mengkonsolidasikan perdamaian di Indonesia memerlukan pendekatan-pendekatan yang memperkuat institusi-institusi negara yang imparsial dan demokratis. Berdasarkan temuan-temuan yang ada, tim penulis memberi rekomendasi bagaimana hal tersebut dapat dilakukan.

“Monografi ini sangat bermanfaat dan memiliki argumen kuat yang disusun dengan kerangka analitis hebat dan disertai rekomendasi kebijakan yang sangat penting … karya yang luar biasa.”

Sidney Jones, Penasihat Senior, International Crisis Group

“Argumen yang disampaikan kokoh dan kaya akan data… Rekomendasinya memberikan resep-resep umum yang bisa diterapkan dalam menangani konflik di mana saja. Walaupun harus tetap mempertimbangkan berbagai corak khas setempat dan menghindari solusi seragam, para pembuat kebijakan tingkat nasional dapat berbuat banyak untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengatasi konflik. Penelitian ini juga menunjukkan dengan sangat meyakinkan akan bahaya memberi imbalan bagi perilaku buruk dalam melanggengkan kekerasan.”

Dewi Fortuna Anwar, Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik

Download Ebook
PDF format: Seusai Perang Komunal (2012) Seusai Perang Komunal

Recent Posts

  • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)
  • Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS
  • PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi
  • Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi
  • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEAMANAN DAN PERDAMAIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sekip K-9 Yogyakarta 55281
email: ps.kp@ugm.ac.id
Telp./Fax : (0274) 520733

© 2017 CSPS Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY