• UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan Pusat
  • Research
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian
  • Home
  • Tentang Kami
    • sejarah
    • Visi dan Misi
    • Profil Pengurus
      • Kepala PSKP: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
    • Profil Tim Ahli
    • Profil Peneliti
    • KEPENGURUSAN PSKP
    • Patner
  • Penelitian
  • Kegiatan
    • Workshop
    • Konferensi
    • Pelatihan
    • Diskusi
    • Advokasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Monograf
    • Buletin
    • Buku Saku
    • Newslatter
    • Artikel
  • Ruang Pustaka
  • Beranda
  • Buku
  • ANTARA MASKULINITAS DAN FEMININITAS: Perlawanan Terhadap Gender Order

ANTARA MASKULINITAS DAN FEMININITAS: Perlawanan Terhadap Gender Order

  • Buku, Publikasi
  • 4 March 2026, 05.44
  • Oleh: ps.kp
  • 0
Cover buku ANTARA MASKULINITAS DAN FEMININITAS Perlawanan Terhadap Gender Order

Book Editor:

Wening Udasmoro

Arifah Rahmawati

Persoalan homoseksualitas bukan hal baru dalam konteks Indonesia, baik dalam karya sastra maupun dalam konteks sosial. Karya-karya mengenai homoseksualitas telah ada misalnya pada awal abad ke-19 dalam Serat Centhini. Transgenderisme juga telah banyak dibaca dari Kitab Mahabharata. Transgenderisme bahkan merupakan suatu hal yang biasa dalam pengalaman masyarakat di Indonesia. Praktik ini menjadi seakan asing karena menguatnya pemahaman Abrahamic Religions di era Reformasi. Pemosisian homoseksual dan transgender yang dianggap “berdosa” menguak dengan sangat tajam dalam wacana keseharian.

Lain halnya konteks sosial yang semakin memperketat wacana mereka terhadap LGBTQ (sebagai yang tidak bermoral), dalam sastra wacana tentang hal ini justru semakin menguat hadir sejak masa awal Reformasi. Banyak karya sastra mengenai kelompok-kelompok ini yang ditulis oleh para pengarang besar, misalnya oleh Ayu Utami pada tahun 1998 (menjelang runtuhnya pemerintahan Suharto). Para pengarang tidak hanya berbicara mengenai relasi laki-laki dan perempuan tetapi pada diversitas gender dengan nilai-nilai maskulinitas atau femininitas yang menguasai wacana-wacana sastra pasca reformasi. Aspek-aspek maskulinitas mulai banyak ditulis dalam konteks sastra di satu sisi dan di sisi lain analisis terhadap aspek inipun semakin menggejala. Para peneliti yang meneliti pun sangat bervariasi, mulai dari mahasiswa S1, S2 maupun S3. Kritik-kritik terhadap kekalnya gender order mulai dipertanyakan dan digedor-gedor sebagai pemikiran akademik.

Red: Rofiatul Azizah

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)
  • Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS
  • PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi
  • Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi
  • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEAMANAN DAN PERDAMAIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sekip K-9 Yogyakarta 55281
email: ps.kp@ugm.ac.id
Telp./Fax : (0274) 520733

© 2017 CSPS Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY