• UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan Pusat
  • Research
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian
  • Home
  • Tentang Kami
    • sejarah
    • Visi dan Misi
    • Profil Pengurus
      • Kepala PSKP: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
    • Profil Tim Ahli
    • Profil Peneliti
    • KEPENGURUSAN PSKP
    • Patner
  • Penelitian
  • Kegiatan
    • Workshop
    • Konferensi
    • Pelatihan
    • Diskusi
    • Advokasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Monograf
    • Buletin
    • Buku Saku
    • Newslatter
    • Artikel
  • Ruang Pustaka
  • Beranda
  • Artikel
  • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini

Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini

  • Artikel
  • 4 March 2026, 07.07
  • Oleh: ps.kp
  • 0

Jakarta – Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Eric Kaunan MA menilai pendidikan perdamaian sebaiknya diajarkan sejak anak usia dini. Hal ini diperlukan sebagai upaya mempertahankan stabilitas dan perdamaian dalam kehidupan berdemokrasi.

“Besar harapan kami, proses perdamaian ditanamkan sejak kecil,” ujar Eric dalam Diskusi Pojok Bulaksumur dikutip dari rilis di laman UGM, Sabtu (30/11/2024).

Pentingnya Pendidikan Perdamaian Sejak Dini

Sasaran utama dari pendidikan perdamain sejak dini adalah para calon generasi muda. Mereka menurut Eric adalah agen perdamaian di masa mendatang.

Sebagai negara yang sangat multikultural, potensi konflik dapat muncul dari mana saja. Sehingga bukan hanya fokus mengembangkan media digital sebagai sumber konflik, diperlukan pembentukan sumber perdamaian.

Ia mengharapkan bawah tantangan yang ada terkait potensi konflik dapat melahirkan gagasan dan kebijakan baru yang dapat menguatkan perdamaian. Salah satu upaya yang disarankannya yakni pendidikan perdamaian sejak dini.

“Belum ada kurikulum yang menjembatani hal tersebut (pendidikan perdamaian) pada level sekolah dasar bahkan sampai sekolah menengah. Ada pun pada jenjang pendidikan tinggi, hanya diajarkan pada beberapa mata kuliah pilihan saja,” urai Eric.

Pada jenjang pendidikan tinggi materi perdamaian hadir di mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Tetapi seharusnya materi ini bisa diaplikasikan secara nyata dan tak berakhir di ruang kelas menurut Eric.

Pengaplikasian secara nyata bisa terwujud dengan adanya peran-peran tokoh masyarakat. Mereka bisa menghubungan gagasan secara lebih luas nantinya.

“Setiap orang pun dapat menjadi tokoh, tergantung dengan values apa yang mereka bangun,” tambahnya lagi.

Indonesia Bangsa yang Majemuk

Masih di kesempatan sama, Sosiolog Dr Arie Sujito menyebut sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia memiliki ruang yang cukup besar. Ruang ini akan menjadi titik tumpu demokrasi yang dalam prosesnya akan memuat banyak konflik.

Tetapi dalam menyelesaikan konflik, seharusnya tidak boleh ada kekerasan. Terlebih pada saat demonstrasi terjadi.

“Demonstrasi tak seharusnya dijadikan suatu pertentangan namun upaya untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Menambahkan, Sosiolog sekaligus Peneliti PSKP UGM Drs Lambang Trijono MA PhD menjelaskan bila ada beberapa penyebab mengapa ada konflik berkepanjangan di masyarakat, seperti:

  • Ada masalah besar menahun yang tidak selesai dalam kelompok masyarakat
    Persepsi yang keliru antara satu sama lain
  • Timbulnya kekerasan yang kemudian menimbulkan dendam dan rasa sakit yang terus disimpan
  • Untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan, Lambang memberikan saran untuk melakukan rekonsiliasi

“Rekonsiliasi yang dilakukan di zona damai yang netral untuk menguraikan persepsi-persepsi salah yang ada pada satu sama lain,” pungkas Lambang.

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)
  • Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS
  • PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi
  • Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi
  • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEAMANAN DAN PERDAMAIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sekip K-9 Yogyakarta 55281
email: ps.kp@ugm.ac.id
Telp./Fax : (0274) 520733

© 2017 CSPS Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY