• UGM
  • IT Center
  • Perpustakaan Pusat
  • Research
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian
  • Home
  • Tentang Kami
    • sejarah
    • Visi dan Misi
    • Profil Pengurus
      • Kepala PSKP: Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA.
    • Profil Tim Ahli
    • Profil Peneliti
    • KEPENGURUSAN PSKP
    • Patner
  • Penelitian
  • Kegiatan
    • Workshop
    • Konferensi
    • Pelatihan
    • Diskusi
    • Advokasi
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Monograf
    • Buletin
    • Buku Saku
    • Newslatter
    • Artikel
  • Ruang Pustaka
  • Beranda
  • Artikel
  • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)

Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)

  • Artikel, Diskusi, Seminar
  • 4 March 2026, 07.14
  • Oleh: ps.kp
  • 0

Program International Immersion Visit bagi mahasiswa Diploma in Women, Peace and Security (WPS) dilaksanakan pada 16–22 Juni 2025 di Yogyakarta, Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian semester akhir mahasiswa, yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai implementasi prinsip Women, Peace and Security (WPS) melalui pembelajaran langsung di institusi akademik, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lintas iman. Kunjungan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama institusional antara Mindanao State University–Maguindanao (MSU-Maguindanao) dengan sejumlah universitas di Yogyakarta.

Perjalanan dimulai pada 16 Juni 2025 dari Cotabato City menuju Davao International Airport, dilanjutkan penerbangan menuju Jakarta dan kemudian ke Yogyakarta. Hari kedua, 17 Juni 2025, dimanfaatkan sebagai waktu adaptasi, istirahat, serta persiapan teknis menjelang rangkaian sesi pembelajaran. Tim dijemput menggunakan bus UC/DAMRI, dilanjutkan sarapan bersama dan proses check-in di University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM). Hari ini juga digunakan untuk konsolidasi internal sebelum memasuki agenda akademik.

Kegiatan inti dimulai pada 18 Juni 2025 dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MSU-Maguindanao dan tiga universitas di Yogyakarta. Acara dilaksanakan di Balairung UGM dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat jejaring kerja sama akademik lintas negara. Setelah seremoni, mahasiswa mengikuti learning session bersama Universitas Gadjah Mada yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keilmuan.

Sesi pertama membahas Aceh Peace Process and Anthropological Context of Conflict and Peace in Aceh yang disampaikan oleh Hamid Awaludin. Diskusi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika konflik Aceh serta proses perdamaian yang dibangun melalui pendekatan politik dan antropologis. Sesi kedua mengangkat tema Women and PCVE (Preventing and Countering Violent Extremism) serta Sexual and Gender-Based Violence (SGBV) Prevention in University. Materi disampaikan oleh Dr. Iyik dan Prof. Yayi bersama perwakilan dari Law and Gender Studies UGM serta Task Force on Sexual Violence. Sesi ini menekankan pentingnya perspektif gender dalam pencegahan ekstremisme serta perlindungan terhadap kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan tinggi.

Pada sore harinya, peserta melakukan kunjungan belajar ke Rifka Annisa Women’s Crisis Center, sebuah lembaga yang bergerak dalam pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan. Kunjungan ini memberikan wawasan praktis mengenai layanan krisis, advokasi, dan pemberdayaan perempuan dalam konteks masyarakat Indonesia.

Hari keempat, 19 Juni 2025, diisi dengan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Agenda diawali dengan penandatanganan MoU, dilanjutkan sesi pembelajaran mengenai Islam and Democracy in Indonesia serta Gender and Peacebuilding Initiatives. Diskusi ini memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai relasi antara nilai-nilai Islam, demokrasi, dan praktik pembangunan perdamaian berbasis komunitas. Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan community immersion ke Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah – LPPA, yang memberikan perspektif mengenai peran organisasi perempuan dalam pemberdayaan sosial dan advokasi isu gender.

Pada 20 Juni 2025, kunjungan dilaksanakan ke Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Setelah seremoni penandatanganan MoU dan kunjungan ke Museum Muhammadiyah, mahasiswa mengikuti sesi pembelajaran mengenai karya dan gerakan Muhammadiyah serta diskusi tentang Islam dan perempuan. Kegiatan dilanjutkan dengan learning exchange bersama perwakilan ASEAN dan dialog lintas iman bersama INTERFIDE. Dialog ini menjadi ruang reflektif mengenai toleransi, keberagaman, dan pentingnya kerja sama antaragama dalam menjaga perdamaian sosial.

Hari keenam, 21 Juni 2025, dimanfaatkan untuk tur budaya di Yogyakarta, termasuk kunjungan ke Keraton Yogyakarta, Prambanan, dan Candi Boko. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan mahasiswa pada konteks sejarah, budaya, dan peradaban Indonesia sebagai bagian integral dari pembelajaran lintas budaya dalam isu perdamaian dan keamanan.

Program immersion ditutup pada 22 Juni 2025 dengan perjalanan kembali ke Cotabato City melalui Yogyakarta International Airport (YIA). Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif melalui kombinasi diskusi akademik, kunjungan institusional, interaksi dengan organisasi masyarakat sipil, dialog lintas iman, serta pemahaman konteks budaya lokal. International Immersion Visit ini tidak hanya memperkuat kapasitas akademik mahasiswa dalam memahami dimensi praktis Women, Peace and Security, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi internasional yang diharapkan berkontribusi pada penguatan kepemimpinan dan advokasi perdamaian di masa depan.

Red: Rofiatul Azizah

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Laporan Kegiatan International Immersion Visit Diploma in Women, Peace and Security (WPS)
  • Dinilai Mengancam Demokrasi, PSKP UGM Kritik Keterlibatan TNI dalam Penegakan Hukum Ketahanan Siber di RUU KKS
  • PSKP UGM Desak Aparat Tidak Menggunakan Kekerasan dalam Menangani Gelombang Aksi Demonstrasi
  • Reformasi Polri, PSKP UGM Sebut 5 Hal yang Perlu Dibenahi
  • Peneliti PSKP UGM: Pendidikan Perdamaian Sebaiknya Diajarkan Sejak Dini
Universitas Gadjah Mada

PUSAT STUDI KEAMANAN DAN PERDAMAIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sekip K-9 Yogyakarta 55281
email: ps.kp@ugm.ac.id
Telp./Fax : (0274) 520733

© 2017 CSPS Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY