JOGJA – Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Dody Wibowo mengingatkan tentang dampak perubahan zaman yang begitu cepat dan tak menentu. Agar mudah beradaptasi, generasi sekarang perlu mempersiapkan diri dengan baik.
“Pendidikan akademik adalah satu hal, namun tidak kalah penting tentang pendidikan karakter dan mental,” kata Dr. Dody Wibowo Rabu (22/2/2024).
Jika berbicara mengenai pendidikan dasar, pihaknya berkaca dengan fenomena dunia pendidikan di Indonesia saat ini. Dimana tingkat kekerasan yang dilakukan oleh anak, mengacu data KPAI, pada tahun lalu dominasi kasusnya ada di tingkat sekolah dasar dan SMP.
“Kita khan, sebenarnya tidak benar-benar tau tentang masalah maupun kasus-kasus apa yang terjadi pada masa depan, sehingga persiapan itu wajib,” ujarnya.
Seperti halnya di 2019, tidak pernah membayangkan munculnya kasus Covid-19. Tidak dipersiapkan untuk menghadapi pandemi, dan begitu pandemi datang kocar kacir kebingungan.
“Kita harus ingat perubahan itu pasti, cepat atau lambat akan selalu ada perubahan. Teknologi pun selalu berubah,” ujarnya.
Lalu bagaimana mempersiapkan diri dan beradaptasi dengan perubahan itu? jika hanya bergantung pada keterampilan akademik dan teknologi saja tidak cukup.
“Paling utama yang perlu disiapkan paling mendasar adalah penyiapan diri anak,” tegasnya.
Termasuk penyiapan diri tentang bagaimana menghadapi secara orang individu atau seorang anak menghadapi perubahan itu harus seperti apa.
“Jadi ini dua, berkaitan dengan kesehatan mental, terkait dengan wellbeing. Kalau ada masalah bagaimana cara menghadapi, kalau ada perubahan bagaimana cara menghadapi,” ucapnya.
Karena menurutnya, karakter, mental, wellbeing (keadaan individu) tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Kebutuhan untuk memiliki hal positif tersebut masih selalu akan diperlukan pada generasi apapun.
Pertanyaannya, apakah sekolah kita menyediakan itu, apakah sekolah kita memberikan pendidikan life skill kepada siswa-siswanya untuk menghadapi perubahan.
“Sekolah-sekolah kita sekarang masih sibuk dengan akademik, sehingga siswa tidak mendapat bekal yang cukup,” ungkapnya. (gun)