Dalam buku terbarunya, Overcoming Collapsed Peace Processes (LAP Lambert Academic Publishing, 978-3-8433-9432-1, January 2011), Titik Firawati menganalisis proses negosiasi di Aceh dan di Thailand Selatan.
Ucu Martanto, peneliti PSKP UGM, dalam tulisan ini menyatakan bahwa konflik kekerasan yang terjadi di daerah sekitar industri berdampak negatif bagi negara (pemerintah), perusahaan, dan masyarakat.
Dalam tulisan ini Frans de Djalong memperlihatkan dimensi-dimensi penting yang membentuk ruang lingkup konflik terkait praktik pertambangan dan resistensi masyarakat terhadap eksploitasi SDA.
“Bisakah sekolah menjadi tempat siswa mempelajari bagaimana menyelesaikan masalah dengan cara damai? Apakah praktik dan tradisi bertengkar, tawuran, penerapan aturan disiplin yang ketat, serta bullying dapat dihilangkan dari lingkungan pendidikan anak-anak Indonesia?” Adalah pertanyaan yang mengawali dan akan dijawab Rizal Panggabeandalam tulisannya yang dipublikasikan Media Indonesia tanggal 2 Juni 2008.
Penulis menyatakan bahwa lingkungan ‘dalam’ dan ‘luar pagar’ sekolah mempengaruhi perilaku siswa.
Muhammad Najib Azca, peneliti PSKP UGM yang sekarang sedang mengikuti program doktor di Universiteit van Amsterdam (UvA), bersama-sama komunitas Muslim dan Kristen yang sempat mengayunkan ‘parang peperangan’ di Poso menyaksikan pemutaran film Ayat-ayat Cinta.
Konflik antara polisi dan tentara di negeri ini tampaknya tidak tuntas-tuntas. Akhir bulan lalu (30 Januari 2008) kembali terjadi di Masohi, Maluku Tengah.
Makalah yang disampaikan Muhadi Sugiono dalam ‘Expert Meeting Group on Strengthening Peacebuilding Commission and Regional Organization‘ (Jakarta, 31 Oktober 2007) ini terkait dengan tantangan yang dihadapi Komisi Peacebuilding yang secara mendasar terkait degan isu-isu konseptual, struktural, dan masalah teknis.